SAFARI WISATA RELIGI DI DESA TAMBAKROMO BERSAMA MAHASISWA KKN IK IAIN KUDUS 2021

Ziarah Kubur menurut hukum asalnya yaitu sunnah karena mengingatkan seseorang kepada kematian. Disebutkan Dalam Hadits Rasulullah S.A.W. Sebagaimana diriwatkan imam muslim dari abu hurairah RA, beliau berkata “Rasulullah S.A.W ziarah ke makan ibundanya beliau menangis, membuat orang orang di sekelilingnya menangis”. Secara bahasa, ziarah artinya berkunjung. Secara istilah adalah mengunjungi makam orang yang sudah meninggal untuk mendoakannya,bertabaruk,ataupun mengingat kematian.

Maka dari itu, pada tanggal 16 September 2021 mahasiswa KKN IK Desa Tambakromo memulai kegiatan berziarah ke Makam Mbah Nyai Ageng Ngerang, Mbah Dampet, dan Mbah Ronggo Kusumo selaku dayangnya Desa Tambakromo. Kegiatan itu kami laksanakan setiap hari, pada Kamis Sore. Sebelum berziarah, kami membersihkan punden. Agar menjaga kenyamanan peziarah di punden tersebut. Dalam berziarah, ada beberapa adab yang harus dilakukan ketika berziarah kubur, diantaranya:

1. Mengucapkan salam ketika hendak masuk
2. Tidak menginjak dan duduk diatas kuburan

Manfaat yang dapat diambil dari ziarah kubur adalah mengingatkan kita pada kematian. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW seperti dalam hadis dari Buraidah radhiyallu’anhu, Rasulullah SAW bersabda : “Sesungghuhnya aku pernah melarang kalian untuk menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kuburan.” (HR. Imam Musllim dan Abu Daud).

Menurut Bapak Slamet selaku juru kunci makam Mbah Nyai Ageng Ngerang “Bahwa kegiatan ziarah untuk anak-anak muda sekarang sangatlah positif, karena mengingat leluhur desanya. Tidak lupa, agar terus mengembangkan tradisi berziarah di kalangan anak muda. Karena selain menjalankan sunah rosul, itu juga termasuk moderasi beragama”.

About tambakromo 20 Articles
Pelayanan Publik

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan